Petilasan Pandansimo

petilasan_pandansimo[1]Lokasi : Desa Poncosari

Pesanggrahan Pandan Simo merupakan suatu kompleks bangunan yang terbuat dari tembok. Arah hadap pesanggrahan ini adalah arah barat. Sementara itu di depan bangunan pesanggrahan ini terdapat tanaman pandan yang cukup besar. Pohon pandan inilah yang dianggap menjadi pusat perhatian dari orang-orang yang melakukan peziarahan di tempat ini. Tinggi pohon ini sekarang telah mencapai ketinggian sekitar 6 meter. Sementara itu keseluruhan kompleks ini telah diberi pagar pengaman dari tembok dengan ketinggian sekitar 1,5 m.

Pandan Simo merupakan petilasan dari Sultan Hamengku Buwana VII (1877-1921). Pandan Simo dinamakan demikian karena menurut cerita tutur setempat ketika Sultan Hamengku Buwana VII sedang melakukan semedi atau bertapa, tiba-tiba beliau didatangi seekor macan. Namun macan ini tidak menerkam Sultan Hamengku Buwana VII namun justru takluk. Berdasarkan peristiwa itu maka pantai tersebut dinamakan Pandan Simo. Pandan menacu pada pengertian pohon pandan sedangkan sima dalam bahasa Jawa berarti macan atau harimau. Disebut demikian karena pada masa lalu ada begitu banyak tanaman pandan di sepanjang pantai ini. Perpaduan keberadaan pandan dan kehadiran sima itulah yang menginspirasi orang untuk menamakannya Pandan Simo.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s